Jumat, 01 April 2011

Tugas KLKP ke 4


Nama                 :  Amaliyah
Kelas                 :  3EA10
NPM                   :  11208512
Mata Kuliah        : KLKP



Suku Bunga

1. Pendahuluan

Bunga adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Imbal jasa ini merupakan suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman atas manfaat kedepan dari uang pinjaman tersebut apabila diinvestasikan. Jumlah pinjaman tersbut disebut "pokok utang" (principal). Persentase dari pokok utang yang dibayarkan sebagai imbal jasa ( bunga ) dalam suatu periode tertentu disebut "suku bunga". Bunga sederhana: adalah merupakan hasil dari pokok utang, suku bunga per periode, dan lamanya waktu peminjaman.

Ketika membuka rekening tabungan, ada baiknya memahami cara menghitung bunga tabungan, karena metode perhitungan yang berbeda akan menghasilkan jumlah bunga tabungan yang berbeda pula.
Dengan mengetahui cara perhitungan bunga tabungan dapat memperhitungkan berapa saldo minimum tabungan yang harus di pelihara agar pokok simpanan tidak terpotong oleh biaya administrasi bank.

2. Tujuan
 Mengetahui apa itu suku bunga dan cara perhitungannya.

3. Kerangka teori
Suku bunga dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Suku bunga nominal
2. Suku bunga riil

Suku bunga nominal adalah suku bunga dalam nilai uang. Suku bunga ini merupakan nilai yang dapat dibaca secara umum. Suku bunga ini menunjukkan sejumlah rupiah untuk setiap satu rupiah yang diinvestasikan.
Suku bunga riil adalah suku bunga yang telah mengalami koreksi akibat inflasi dan didefinisikan sebagai suku bunga nominal dikurangi laju inflasi.

Dalam Kamus Akuntansi (1996:69), disebutkan bahwa  Interest (bunga, kepentingan, hak) merupakan:  Beban atas penggunaan uang dalam suatu periode, dan Suatu pemilikan atau bagian kenyataan dalam suatu perusahaan, usaha dagang, atau sumber daya.

Bunga berbunga
Bunga berbunga atau disebut juga bunga majemuk: nilai pokok utang ini akan berubah terus setiap akhir suatu periode dengan penambahan perhitungan bunga . misalnya pokok hutang adalah 1.000 dengan bunga 5%/tahun maka periode tahun pertama pokok hutangnya menjadi 1000+(1.000*5%) = 1.050. Pada periode tahun berikutnya maka perhitungannya menjadi 1050+(1050*5%)= 1.102,50.

Suku bunga tetap dan mengambang
"Suku bunga tetap" adalah suku bunga pinjaman tersebut tidak berubah sepanjang masa kredit.
"Suku bunga mengambang" adalah suku bunga yang berubah-ubah selama masa kredit berlangsung dengan mengikuti suatu kurs referensi tertentu seperti misalnya LIBOR dimana cara perhitungannya dengan menggunakan sistim penambahan marjin terhadap kurs referensi.
Kombinasi atas suku bunga tetap dan mengambang ini dimungkinkan serta sering digunakan. Misalnya pada suatu kredit pemilikan rumah dimana disepakati bahwa hingga tahun ketiga bunganya adalat tetap yaitu 8.5% dan bunga untuk tahun selanjutnya akan ditetapkan sebesar 2% diatas LIBOR.

Unsur-unsur di dalam tingkat suku bunga, meliputi :
1. Syarat jatuh tempo
Berbagai  pinjaman mempunyai syarat atau jatuh tempo. Pinjaman terpendek adalah pinjaman satu malam.  Surat-surat berharga jangka pendek biasanya mempunyai periode sampai dengan satu tahun. Suratsurat berharga jangka panjang umumnya memberikan suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan jangka pendek. 26
2. Resiko
Ada pinjaman yang pada hakikatnya tidak memiliki risiko, sementara lainnya sangat bersifat spekulatif. Obligasi-obligasi dan tagihan-tagihan pemerintah didukung dengan penuh kepercayaan, oleh kredit dankekuatan pajak dari pemerintah. Unsur-unsur ini dapat dipercaya karena bunga pinjaman pemerintah akan benar-benar dibayar. Risiko menengah terdapat pada pinjaman atas kredit-kredit perusahaan yang kondisinya baik. Sedangkan investasi yang berisiko mempunyai peluang gagal atau tidak dibayar yang sangat tinggi termasuk investasi pada perusahaan yang hampir bangkrut.
3. Likuiditas
Aktiva akan disebut “likuid“ apabila dapat ditukarkan dengan kas secara cepat dan hanya menimbulkan kerugian nilai yang sedikit. Sebagian besar surat berharga, termasuk saham biasa, obligasi perusahaan dan pemerintah, dapat diukur dengan kas secara cepat mendekati nilai sekarangnya. Aktiva-aktiva tidak likuid termasuk aktiva-aktiva unik yang tidak memiliki pasar yang berkembang baik. Biaya-biaya administrasi, waktu serta ketelitian yang diperlukan untuk administrasi berbagai jenis pinjaman, sangatlah berbeda. Pinjaman dengan biaya administrasi yang tinggi akan mempunyai bunga 5 sampai 10 persen per tahun lebih besar dari tingkat bunga lainnya.
Deposito adalah produk simpanan di Bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja atau sesuai dengan jatuh temponya sehingga deposito dikenal juga sebagai tabungan berjangka. Sebagaimana layaknya tabungan yang sudah memasyarakat, deposito juga banyak dipilih orang sebagai alternatif lain dalam menyimpan uangnya.

Walaupun deposito adalah tabungan juga tetapi mempunyai karateristik berbeda dari tabungan biasa, yang menyebabkan deposito mempunyai kelebihan dan kekurangan, antara lain:

Setoran minimal. Tidak seperti tabungan yang dapat dibuka dengan setoran awal yang kecil. Minimal penempatan deposito lebih besar, sehingga Anda harus punya uang lebih banyak untuk membuka deposito. Besarnya minimal pembukaan deposito pada tiap bank bervariasi, tetapi rata-rata saat ini yang paling minimal Rp 1.000.000,-.
Jangka waktu. Penempatan deposito mengharuskan adanya pengendapan dana selama jangka waktu tertentu yang dapat dipilih oleh nasabahnya yaitu 1,3,6,atau 12 bulan. Karena itu jika Anda ingin menambah jumlah saldo deposito hal itu tidak dapat dilakukan setiap saat.
Begitu juga jika Anda membutuhkan uang kemudian ingin mencairkan dana pada deposito. Karena adanya jangka waktu tadi maka deposito juga tidak bisa dicairkan setiap saat, tetapi pada saat jatuh tempo saja. Dengan demikian baik kita Anda ingin menambah saldo deposito atau mencairkan deposito hanya bisa dilakukan pada saat jatuh temponya
Jika Anda terpaksa harus mencairkan deposito, biasanya bank akan mengenakan denda penalty pada tiap penarikan dana deposito yang belum jatuh tempo. Besarnya denda penalty juga bervariasi di berbagai bank. Ada yang berupa prosentase dari nilai deposito pada saat di cairkan (pokok + bunga), atau berupa prosentase dari nilai pokok depositonya saja.
Bunga deposito. Bunga deposito selalu lebih besar dari bunga tabungan sehingga otomatis dana Anda pun akan berkembang lebih cepat. Inilah biasanya yang menjadi daya tarik utama deposito, sehingga deposito lebih cocok dijadikan sarana investasi dibandingkan tabungan
Risiko rendah. Walaupun tingkat suku bunga deposito lebih tinggi dari tabungan maupun giro, namun karena masih sama-sama produk simpanan di bank maka deposito bisa dogolongkan produk simpanan berisiko rendah.
Biaya administrasi dan pajak. Keuntungan lainnya dari deposito adalah tidak dikenakannya biaya administrasi bulanan. Tidak seperti tabungan dan giro yang dikenakan biaya administrasi bulanan. Walupun demikian pemotongan tetap ada yaitu sebesar pajak deposito yang diperhitungkan dari hasil bunga deposito saja tidak termasuk pokok.
Nah, kalau mau memilih bank yang bagus untuk penempatan deposito, maka hal utama yang harus dipertimbangkan tentu saja mengenai reputasi banknya. Pilihlah bank yang bonafide, artinya bank tersebut selain sehat, minimal memenuhi standar kesehatan dari Bank Indonesia juga memberikan fasilitas pelayanan yang memuaskan dan bisa memberikan tingkat suku bunga deposito yang kompetitif. Sebaiknya jangan mudah tergiur dengan banyak tawaran undian berhadiah, namun selau dahulukan faktor kesehatan banknya terlebih dahulu. Sebab tentunya kita ingin merasa aman menyimpan di bank tersebut bukan. Berhati-hatilah jika ada bank yang menawarkan suku bunga deposito di atas tingkat suku bunga penjaminan bank Indonesia. Peraturan Bank Indonesia hanya membolehkan sebuah bank memberikan suku bunga deposito maksimal atau dibawah suku bunga penjaminan bank Indonesia. Jika suatu bank berani melanggar ketentuan tersebut bisa jadi hal ini mengindikasikan banknya sedang

4. Pembahasan

PERHITUNGAN BUNGA TABUNGAN
Metode Perhitungan Bunga Tabungan (Bank Konvensional)
Contoh Soal :
Transaksi tabungan milik Bapak Ali selama bulan November 1999. adalah sebagai berikut :
Tanggal Transaksi Nominal
1          Setoran Tunai Rp. 2.000.000,
2          Pemindahan Kredit Rp. 500.000,- Setoran Kliring  Rp. 1.000.000,-

20.11.99          Penarikan Tunai Rp. 1.000.000,
Hitunglah bunga yang diperoleh dengan menggunakan 3 metode di atas (asumsi persen bunga 16 %, Ali merupakan nasabah yang baru membuka rekening).
Jawaban Soal :
Tanggal SaldoΣ hari mengendap
1          Rp. 2.000.000,-1 ( 3 – 2 )
2          Rp. 2.500.000,-1 ( 4 – 3 )
3          Rp. 3.500.000,-16 ( 20 – 4 )

20.11.99          Rp. 2.500.000,-11 ( 30 – 20 + 1)
            1. Saldo Terendah
            Bunga = {(0 x 16% X 29)} / 365 = 0
2          Saldo Rata-rata

SR= {(2jt x 1) + (2,5jt x 1) + (3,5jt x 16) + (2,5jt x 11)} / 30 = 2.933.333,333 
Bunga  = {2.933.333,333 x 16 % X (30 – 2 + 1)} / 365 = 37.289,498
3. Saldo Harian
Bunga= {((2jt x 1) + (2,5jt x 1) + (3,5jt x 16) + (2,5jt x 11)) x 16%} / 365 = 38.575,342
Metode Perhitungan Bunga Tabungan (Bank Syariah)
Pada perhitungan bunga tabungan pada bank syariah tidak dikenal istilah bunga, melainkan nisbah. Nisbah adalah persentase pembagian keuntungan antara bank denga nasabah ( contoh nisbah 50:50, bank dan nasabah masing-masing memperoleh 50 % dari keuntungan).
Contoh Soal :
Tanggal Transaksi Nominal
1          Setoran Tunai Rp. 2.000.000,
2          Pemindahan Kredit Rp. 500.000,- Setoran Kliring  Rp. 1.000.000,-

20.11.99          Penarikan Tunai Rp. 1.000.000,
Total dana tabungan yang berhasil di kumpulkan bank syariah Rp. 100.000.000,-. Keuntungan yang diperoleh dari dana tabungan (profit distibution) sebesar 3.000.000,-
Jawaban Soal :
Tanggal SaldoΣ hari mengendap
1          Rp. 2.000.000,-1 ( 3 – 2 )
2          Rp. 2.500.000,-1 ( 4 – 3 )
3          Rp. 3.500.000,-16 ( 20 – 4 )

20.11.99          Rp. 2.500.000,-11 ( 30 – 20 + 1)
Saldo Rata-rata
SR= {(2jt x 1) + (2,5jt x 1) + (3,5jt x 16) + (2,5jt x 11)} / 30 = 2.933.333,333 
Bagi Hasil= (2.933.333,333 / 100.000.000) x 3.000.000 x 50 % = 43.999,995


Rumus untuk perhitungan bunga deosito adalah

= (nominal) x (suku bunga yang berlaku per tahun) x (lamanya mengendap) / (365 hari)

Dengan ini kami sampaikan mengenai perhitungan bunga deposito melalui ilustrasi sebagai berikut.

Tanggal penempatan = 24 Februari 2008

Nominal deposito = Rp20.000.000,00

Suku bunga yang berlaku = 5,75% per tahun (suku bunga yang berlaku saat itu)

Jangka waktu penempatan = 1 bulan

Pajak atas bunga = 20%, jika total saldo (1 nomor nasabah) dengan jumlah sama atau lebih dari Rp7.500.000,00

Nominal bunga yang diterima pada bulan Maret 2008, jumlah hari yang mengendap selama 29 hari, sebesar:

· Sebelum pajak = Rp91.369,86

· Setelah pajak = Rp73.095,89

Untuk saat ini suku bunga yang berlaku adalah 5,25%, maka nominal bunga yang diterima pada bulan April 2008, jumlah hari yang mengendap selama 31 hari, sebesar:

· Sebelum pajak = Rp84.000,00

· Setelah pajak = Rp67.200,00

5. Kesimpulan
Suku Bunga Menarik Semakin tinggi saldo rata-rata tabungan Anda, maka semakin tinggi pula tingkat suku bunga yang akan didapatkan. jika suku bunga meningkat, harga obligasi berbunga tetap akan turun, demikian juga sebaliknya. Risiko suku bunga umumnya diukur dengan jangka waktu obligasi, teknik paling tua yang sekarang digunakan untuk mengelola risiko suku bunga. Apabila jumlah rata-rata pinjaman lebih besar dari jumlah rata-rata dana yang ditempatkan dalam bentuk deposito atau tabungan lainnya, maka bunga atas pinjaman yang boleh dibebankan sebagai biaya adalah bunga yang dibayarkan atau terutang atas rata-rata pinjaman yang melebihi jumlah rata-rata dana yang ditempatkan sebagai deposito berjangka atau tabungan lainnya.

6. Daftar Pustaka




·         Bank Indonesia www.bi.go.id

Tugas KLKP ke 3


Nama                 :  Amaliyah
Kelas                 :  3EA10
NPM                   :  11208512
Mata Kuliah        : KLKP

Teknis Kliring

1. Pendahuluan

adalah pertukaran warkat ( cek, bilyet giro, nota kredit, nota debit) antar bank yang Kliring adalah sarana perhitungan warkat antar bank yang dilaksanakan oleh bank penyelenggara kliring guna memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral. Proses perhitungan hak dan kewajiban antar bank yang dilaksanakan oleh bank indonesia atau bank yang ditunjuk pada wilayah tertentu. Sedangkan Kliring antarbank hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Kliring diatur oleh Bank Indonesia baik waktu dan tempat pelaksanaan. Sedangkan peserta Kliring adalah bank umum dalam wilayah kliring (ex. Wil. kliring Banjarmasin)
Sejak tanggal 29 juli 2005, Bank Indonesia sebagai bank sentral di indonesiamengimplementasikan sistem kliring nasional (SKN) sebagai sistem yang digunakan sebagai penyelenggaraan kliring secara nasional. Sistem ini akan menggantikan sistem kliring seperti : Sistem Sentralisasi Kliring Elektronik (SSKE), sistem otomasi kliring lokal, sistem semi otomasi kliring lokal dan kliring lokal. Sehingga pada akhirnya seluruh wilayah kliring hanya akan terdapat satu sistem yang seragam yaitu sistem kliring nasional (SKN) Sistem kliringsebelumnya ( SSKE, SOKL, SSOKL, Kliring Manual) dimana kliring debet dan kredit Dilaksanakan bersamaan secara paperbased.
Pada SKN, pembagian jenis kliring berdasarkan Nominal ( nominal kecil dan nominalbesar ) ditiadakan. Penyelenggaraan kliring pada SKN Ddibedakan berdasarkan jenis transaksinya, yaitu :
Kliring kredit (CN) yang bersifat paperless (tanpa fisik kertas warkat). Kliring kredit mempunyai 2 siklus per hari
Kliring debet yang bersifat paperbase (fisik kertas warkat), efektif saldo kliring 1 (satu) hari kerja dan 2 (dua) hari kerja (jakarta dan surabaya). Dan untuk kliring debet mempunyai 1 siklus per hari.


2. Tujuan
     Untuk mengetahui apa saja yang terdapat dalam teknis kliring.

3. Kerangka Teori

Kliring adalah perhitungan utang piutang antara para pesertasecara terpusat di satu tempat dengan cara saling menyerahkan surat-surat berharga dan surat-surat dagang yang telah ditetapkan untukdapat diperhitungkan dengan mudah dan aman, serta untuk memperluas dan memperlancar lalulintas pembayaran giral

Tujuan dilaksanakan kliring oleh Bank Indonesia  antara lain :

1.   Memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral,
2.   Perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilakukan dengan lebih mudah, aman dan efisien, 
3.   Salah satu pelayanan Bank kepada Nasabah.

Warkat Kliring
Warkat yang dikliring kan adalah :
–Cheque bank lain
–Bilyet Giro bank lain
–Surat perintah bayar lain
–Penerbitan wesel
Kesemua warkat dinyatakan dalam mata uang rupiah dan bernilai nominal penuh.

Peserta Kliring
Ada dua macam penyertaan dalam kliring yaitu :
–Penyertaan langsung, yaitu perhitungan warkat secara langsung dalam pertemuan kliring
–Penyertaan tidak langsung, yaitu perhitungan warkat dalam pertemuan kliring oleh suatu kantor bank melalui kantor pusat atau melalui cabang lain.

Istilah dalam Kliring
Terdapat beberapa istilah yang perlu diperhatikan :
–Tolakan kliring, →tolakan atas warkat
–Postdated Cheque, →tanggal Cek/BG belum jatuh tempo (Titipan)
–Cross Clearing, →Penarikan cek melalui kliring atas beban dana yang diharapkan akan diterima penarik dari setoran cek bank lain
–Call Money, →pinjaman bagi bank yang kalah kliring (maks 7 hr).

PROSEDUR KLIRING
Proses penyelesaian warkat-warkat kliring di lembaga kliring (dilihat dari sisi bank)
•Kliring Keluar, membawa warkat kliring ke lembaga kliring (Nota debet/kredit keluar)
•Kliring Masuk,                 menerima warkat kliring dari lembaga kliring (Nota debet/kredit masuk)
•Pengembalian Kliring, pengembalian warkat yang tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Prosedur Setoran Kliring

Alur kliring
1.   Tn. A bertransaksi dengan Tn B
2 .  Tn. A memberikan Cek pada Tn B
3.   Tn. B sebagai nasabah Bank ‘XYZ’ melakukan setorankliring di Bank ‘XYZ’ dan Bank ‘XYZ’ mengirimkanWarkat (Nota Debet ND Keluar) kepada LembagaKliring
4.  Lembaga Kliring akan meneruskan Warkat kepada Bank ‘ABC’ (Nota Debet ND Masuk)
5.  Setelah proses pengecekan dan cek dinyatakan syah, maka dilakukan di informasikan (kliring retur) kepadaLembaga kliring untuk mendebet rekening Bank ‘ABC’ diBI dan di kredit ke rekening Bank ‘XYZ’
6.   Penyampaikan hasil kliring kepada Bank ‘XYZ’ dan pihak Bank akan mengkredit rekening Tn B

Prosedur kiriman melalui Kliring

Alur Kliring
1 Tn. A berencana mengirim uang ke Tn B
2 Tn. A melakukan transaksi pengiriman uang di Bank ‘ABC’ dan mengirimkan Warkat (Nota Kredit →NK Keluar) kepada Lembaga Kliring
3 Lembaga Kliring akan meneruskan Warkat kepada Bank ‘ABC’ (Nota Kredit →NK Masuk)

Warkat kliring yang diserahkan meliputi :
   Nota Debet Keluar, → menambah
·      Nota Kredit Keluar, → mengurangi
   Sementara itu warkat yang akan diterima meliputi :
·      Nota Debet Masuk, → mengurangi
·      Nota Kredit Masuk, → menambah

Gambaran perhitungan Kliring
ND Keluar ( +)
ND Masuk ( -)
NK Keluar ( -)
NK Masuk   +
Jika (+) maka menang Kliring →Jika (-) maka kalah kliring

Setelah proses kliring berjalan, pada sore hari masing-masing bank akan membuat perhitungan kliring untuk mengetahui apakah bank tersebut menang atau kalah kliring.
·      Bank yang menang kliring adalah bank yang jumlah warkat tagihan warkat kliring melebihi pembayaran warkat kliringnya.
·      Bank yang kalah kliring justru sebaiknya, dimana pembayaran warkat kliring lebih besar dari warkat tagihan.
Beberapa alasan penolakan kliring:
·         Asal Cek atau BG salah
·         Tanggal Cek atau BG belum jatuh tempo
·         Materai tidak ada atau tidak cukup
·         Jumlah yang tertulis dalam angka dan huruf berbeda.
·         Tanda tangan dan atau cap perusahaan tidak sama dengan spicemen, atau juga bisa tidak lengkap
·         Coretan atau perubahan tidak ditandatangani
·         Cek atau BG telah kedaluarsa
·         Coretan atau perubahan tidak ditandatangani
·         Cek atau BG telah kedaluarsa (lewat dari 70 hari)
·         Resi cek belum kembali
·         Endosment cek tidak benar, artinya pemindahtanganan antar nasabah dalam cek tidak benar atau tidak memenuhi syarat
·         Rekening sudah dituutp
·         Dibatalkan oleh penarik dalam hal ini yang memiliki rekening yang menerbitkan cek atau BG
·         Rekening di blokir oleh yang berwenang
·         Kondisi Cek atau BG tidak sempurna

4. Pembahasan

KASUS KLIRING (Kalah – Menang)

Bagan Proses
 jawaban pertemuan I
Pertemuan II :
Jika tidak ada tolakan, maka hasilnya :

Pertemuan II = Pertemuan I
Jika ada tolakan Cek Tn. Rinal 12 jt, maka hasilnya :
Berarti Bank X menang kliring dan Bank Y kalah kliring.

5. Kesimpulan

Jadi dapat disimpulkan kliring memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral antar bank di seluruh Indonesia. Kliring dilaksanakan Agar perhitungan penyelesaian utang-piutang dapat dilaksanakan lebih mudah, aman dan efisien. Salah satu pelayanan bank kepada nasabah masing-masing terutama dalam hal keamanan dan biaya yang dikeluarkan.
Kalah Kliring : Jika transfer masuk dan tagihan cek/bg bank lain atau nota debet keluar lebih kecil dari transfer keluar dan tagihan cek/bg bank sendiri atau nota debet masuk (aset bank ybs bertambah


7. Daftar Pustaka

Kamis, 31 Maret 2011

Komputer Lembaga Keuangan Perbankan

Nama                 :  Amaliyah
Kelas                 :  3EA10
NPM                   :  11208512
Mata Kuliah        : KLKP




Rabu, 30 Maret 2011

Tulisan B.indonesia bulan ke-2

Nama                 :  Amaliyah
Kelas                 :  3EA10
NPM                   :  11208512
Mata Kuliah        :  Softskill B.indonesia 2

Pengaruh Bahasa Asing dalam Perkembangan Bahasa Indonesia


1. Latar Belakang

Nama ‘bahasa Indonesia’ adalah nama yang baru untuk bahasa yang sangat lama.  Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, yang dulu bahasa kerajaan Riau-Johor.  Selama zaman kerajaan itu bahasa Melayu menjadi cukup luas, karena kekuasaan kerajaan itu juga agak luas. Karena wilayahnya meliput Malucca Strait, kerajaan itu sangat berkuasa dalam perdagangan timur-barat; karena ini banyak pedagang dapat berbahasa Melayu. Dengan hasil ini bahasa Melayu diperluas sebagai pidgin dan creole, akhirnya menjadi bahasa penting seluruh wilayah yang sekarang bernama Malaysia dan Indonesia.
Nama ‘bahasa Indonesia’ hanya digunakan secara luas sejak zaman gerakan pro-kemerdekaan, dan terutama sejak Kongres Pemuda yang kedua pada tahun 1928, ketika bahasa Melayu dipanggil ‘bahasa persatuan’.

Alasan untuk pilihan bahasa Melayu cukup jelas. Pada zaman itu, gerakan pro-kemerdekaan mencari fokus untuk mempersatukan masyarakat Indonesia.  Biarpun kebanyakan orang Indonesia berasal dari Jawa dan jadi berbahasa Jawa, pemimpin Indonesia menganggap bahasa Jawa sebagai bahasa kurang bagus untuk beberapa alasan. Terutama di antara alasan itu adalah kepentingan mengurangi persepsi kekuatan orang Jawa dalam negara baru. Sudah ada persepsi bahwa orang Jawa yang paling kuat dalam koalisi daerah-daerah dan suku-suku di Indonesia, karena besarnya jumlah populasinya. Jika bahasa nasional ternyata bahasa orang Jawa pasti daerah lain akan dinomorduakan dengan peluang pembangunan dibandingkan Jawa karena mereka belum lancar bahasa nasional dan mungkin kurang lancar dalam argumentasi. Alasan kedua berasal dari ketakutan bahwa orang Jawa ingin membuat kerajaan baru dengan daerah dan suku lain hanya budak. Pilihan bahasa Jawa sebagai bahasa nasional, meskipun itu hanya bahasa satu daerah, tetapi dapat dianggap oleh daerah lain sebagai imperialisme. Jadi jika bahasa Jawa yang terpilih sebagai bahasa nasional daerah seperti Aceh, Sumatra, Kalimantan maka wilayah lain tidak ingin menjadi budak.

Karena alasan itu, bahasa yang baru harus digunakan adalah bahasa yang tidak digunakan oleh satu bangsa saja.  Tentu saja bahasa Belanda dipertimbangkan. Tetapi pemimpin Indonesia menganggap bahwa bahasa Belanda juga tidak cocok. Alasannya sederhana, karena bahasa Belanda merupakan bahasa imperialisme. Jika bahasa itu dipilih sebagai bahasa nasional, maka pilihan itu akan memperkaitkan Indonesia dengan Belanda ketika Indonesia mau dipisahkan dari Belanda. Jika bahasa Belanda yang digunakan, maka Indonesia memilih bahasa penindasnya. Karena alasan ini, bahasa Belanda tidak cocok untuk digunakan. Tetapi ada alasan lain bahwa bahasa Belanda tidak dipilih. Biarpun Indonesia dijajah Belanda cukup lama, namun pada zaman kemerdekaan, kebanyakan penduduk Indonesia masih tidak dapat berbahasa Belanda. Karena masyarakat biasa masih harus belajar bahasa yang baru, jadi mereka tidak perlu menggunakan bahasa penindasnya jika ada pilihan lain?

Jadi pemimpin Indonesia ingin menggunakan bahasa lain, sebagai bahasa yang lebih cocok untuk keperluan politik dan linguistik.  Bahasa tersebut adalah bahasa Melayu, sebuah bahasa yang sering digunakan untuk keperluan perdagangan dengan tradisi yang sangat lama2. Meskipun bahasa Melayu tidak digunakan oleh semua orang Indonesia, banyak orang berkelas tengah dapat berbahasa Melayu. Tetapi yang lebih penting, bahasa Melayu bukan bahasa Belanda. Jadi bahasa Melayu menjadi basis untuk bahasa nasional yang baru, bahasa Indonesia.

Pada awal sejarahnya bahasa Indonesia mengambil kebanyakan kata-kata yang baru dari bahasa Belanda. Tetapi pada waktunya nanti, bahasa Indonesia semakin mengganti bahasa Inggris sebagai bahasa luar negeri yang paling berkuasa.
James Sneddon yang bernama The Indonesian Language: Its History and Role in Modern Society, UNSW Press, 2003,

2. Masalah

Bahasa asing dapat mempengaruhi perkembangan bahasa indonesia

3. Isi

Bahasa Indonesia tidak lepas dari pengaruh bahasa lain, bahasa daerah, ataupun bahasa asing. Pengaruh itu di satu sisi dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia, tetapi di sisi lain dapat juga mengganggu kaidah tata bahasa Indonesia. Salah satu contoh pengaruh yang dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia ialah masuknya kata-kata tertentu yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia. Kata pikir, saleh, dongkrak, kursi, dan fakultas, misalnya, merupakan kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang sekarang tidak terasa sebagai kata-kata yang berasal dari bahasa asing. Satu hal yang menarik berkaitan dengan kata-kata yang berasal dari bahasa asing itu ialah adanya pasangan kata yang "serupa tapi tak sama", seperti kata haji, hajah, almarhum-almarhumah, dan almukaram-almukaramah. Ketiga pasangan bentuk itu sudah berterima sebagai warga bahasa Indonesia. Di dalam kenyataannya, masih terdapat penggunaan kata-kata seperti itu secara tidak tepat. Kata haji-hajah, almarhum-almarhumah, dan almukaram-almukaramah merupakan bentuk serapan dari bahasa Arab. Kata-kata itu mempunyai makna tersendiri. Kata haji, almarhum, dan almukaram adalah bentuk yang digunakan untuk mengacu pada unsur tertentu (orang) yang berjenis kelamin maskulin (muzakar), sedangkan hajah, almarhumah, dan almukaramah dipakai untuk merujuk pada unsur yang berjenis kelamin feminim (muanas). Dengan demikian, kata haji, bermakna 'laki-laki yang sudah menunaikan ibadah haji', kata almarhum, bermakna 'laki-laki yang dirahmati', dan kata almukaram mempunyai makna 'laki-laki yang mulia'. Kata hajah bermakna 'perempuan yang sudah menunaikan ibadah haji', almarhumah bermakna 'perempuan yang sudah menunaikan ibadah haji', almarhumah bermakna 'perempuan yang sudah menunaikan ibadah haji', almarhumah bermakna 'perempuan yang dirahmati', dan kata almukaramah bermakna 'perempuan yang mulia'. Dalam bahasa kita, kata almarhum bermakna 'yang telah meninggal (laki-laki) dan almarhumah bermakna 'yang tealh meninggal (perempuan)'. Jika dilihat dari segi bentuknya, tampak bahwa untuk bentuk yang feminim dilakukan penambahan huruf tertentu, yakni (a) dalam bahasa asalnya. Jika ditransliterasi ke dalam bahasa Indonesia, huruf itu menjadi (h). Dengan demikian, haji, hajah, almarhum, almarhumah, almukaram, almukaramah itu merupakan tiga pasang kata yang berbeda, masing-masing mempunyai acuan yang berbeda pula. Banyak ditemukan bentuk-bentuk seperti itu sebagai akibat pengaruh bahasa asing. Di bawah ini dikemukakan beberapa contoh lain. Maskulin (muzakar) feminim (muanas) muslim muslimah mukmin mukminah qari qariah hafid hafidah saleh salehah/salihah mubalig mubaligah mualim mualimah.

Pengaruh Bahasa Arab terhadap Bahasa Indonesia
 Bangsa Indonesia adalah negara terbesar yang berpenduduk dengan agama Islam. Sebagai negara Islam terbesar Indonesia dalam kehidupanmasyarakatnya mendapat pengaruh yang sangat besar dari Islam dan Arab sebagai daerah dan negara asal agama Islam. Arab mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia dalam adat-budaya, seni, arsitek, bahasa dan tata kehidupan bangsa Indonesia.Dalam hal bahasa, bahasa Arab banyak berpengaruh pada kosa katabahasa, hasil sastra budaya, penulisan-penulisan kata dan huruf-huruf serapanyang banyak menyerap dari bahasa Arab dan agama Islam. Hal ini terjadikarena dengan masuknya Islam di nusantara pada masa-masa awal,perkembangan dan penybaran Islam itu sendiri bersamaan dan disertai denganpenyebaran bahasa melayu atau bahasa Indonesia ke pelosok nusantarabersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah nusantara. Bahasa melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasaperhubungan antar pulau, antar suku, antar pedagang, antar bangsa dan antar kerajaan karena bahasa melayu tidak mengenal tingkat tutur, sehingga dirasa mudah dan lebih praktis. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar dan menggunakan bahasa indonesia uang itu semua merupakan pengaruh daribahasa Arab, seperti paragraf berikut ini:Dalam bulan Ramadhan banyak warga negara Indonesia yang beragama Islam menjalankan ibadah saum. Umat Islam dalam kehidupankesehariannya banyak melaksanakan aktivitas yang kental dengan suasanaperibadatan, mulai dari qiyamul lail, sahur, sholat jamaah, sodaqoh, tajil berbuka puasa, tadarus kitab, tarawih dan lainnya. Itu semua mereka lakukandalam rangka menjalankan perintah Allah Swt. dan bertaqorrub kepada-Nya.Pada paragraf di atas kita banyak menemukan kosa kata serapan daribahasa arab yang sudah biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari kitayang berasal dari bahasa arab, seperti ibadah saum, sholat, Qiyamul lail, sahur, sholat jamaah, sodaqoh, tajil, tadarus kitab, tarawih dan taqorrub. Kata-kata itu semua itu adalah merupakan pengaruh bahasa Arab terhadap bahasa Indonesia ini.

Contoh-contoh dampak negative masuknya bahasa asing selain diatas antara lain:
Anak-anak mulai mengentengkan/menggampangkan untuk belajar bahasa Indonesia. Rakyat Indonesia semakinlama kelamaan akan lupa kalau bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan. Anak-anak mulai menganggap rendah bacaan Indonesia. Lama kelamaan rakyat Indonesia akan sulit mengutarakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. mampu melunturkan semangat nasionalisme dan sikap bangga pada bahasa dan budaya sendiri.

Contoh-Contoh pengaruh positif bahasa asing bagi perkembangan anak antara lain :
mampu meningkatkan pemerolehan bahasa anak. semakin banyak orang yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris maka akan semakin cepat pula proses transfer ilmu pengetahuan menguntungkan dalam berbagai kegiatan (pergaulan internasional, bisnis, sekolah). anak dapat memperoleh dua atau lebih bahasa dengan baik apabila terdapat pola sosial yang konsisten dalam komunikasi, seperti dengan siapa berbahasa apa, di mana berbahasa apa, atau kapan berbahasa apa. anak akan melalui tahap perkembangan bahasa yang relatif sama meskipun setiap anak dapat mencapai tahap-tahap tersebut pada usia yang berbeda. sangat baik untuk kondisi fisik dan kemampuan kerja otak. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

4. Simpulan
Bahasa asing sangat mempengaruhi perkembangan bahasa indonesia, bahkan sering digunakan dalam bahasa sehari-hari yang menyebabkan masyarakat sering lupa dengan bahasa indonesia yang baik dan benar mulai menggampangkan untuk belajar bahasa Indonesia dan berlomba-lomba untuk mempelajari bahasa asing sedangkan bahasa indonesia nyang baik dan benar belum dikuasai.

5. Daftar Pustaka
·      Departemen Pendidikan Nasional, DendySujono, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008.
·      Buku Praktis Bahasa Indonesia,Departemen Pendidikan Nasional, Dendy,Sujono, Pusat Bahasa, Jakarta, 2003