Minggu, 13 Maret 2011

Tugas Kliring


Nama                 :  Amaliyah
Kelas                 :  3EA10
NPM                   :  11208512
Mata Kuliah        : KLKP


1. Pendahuluan

Menyelenggararakan sistem kliring antar bank untuk mempermudah cara pembayaran dalam rangka memperlancar transaksi perekonomian dengan perantaraan perbankan sebagai peserta kliring dan BI sebagai penyelenggara kliring. Dengan adanya kliring antarbank diharapkan pemakaian alat-alat lalu lintas pembayaran giral (cek, bilyet giro, nota debet, nota kredit dan lainnya) akan meningkat. Dari sini diharapkan akan terjadi lonjakan pula simpanan dana masyarakat di bank yang nantinya dapat dipakai untuk membiayai sektor-sektor produktif di masyarakat.

2. Rumusan masalah

Di era tahun 1990-an sempat beredar isu ada satu bank swasta nasional yang diberitakan mengalami kalah kliring besar. Dan kondisi panik pun menerpa masyarakat khususnya mereka yang memiliki dana di bank tersebut. Kemudian ditegaskan bahwa kalah kliring dalam aktifitas perbankan itu sesuatu yang biasa. Bisa saja di satu hari sebuah bank mengalami kalah kliring besar, tapi keesokan harinya justru mengalami kondisi sebaliknya. Kepanikan nasabahpun mereda. Lalu apa yang dimaksud dengan kliring?

3. Tujuan

Untuk mengetahui apa itu kliring?

4. Kerangka Teori

Sebagai suatu istilah dalam dunia perbankan dan keuangan menunjukkan suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut. Kliring sangat dibutuhkan sebab kecepatan dalam dunia perdagangan jauh lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan guna melengkapi pelaksanaan aset transaksi. Kliring melibatkan manajemen dari paska perdagangan, pra penyelesaian eksposur kredit, guna memastikan bahwa transaksi dagang terselesaikan sesuai dengan aturan pasar, walaupun pembeli maupun penjual menjadi tidak mampu melaksanakan penyelesaian kesepakatannya.

Kliring adalah pertukaran warkat (bisa berupa cek, giro/bilyet, nota debet/kredit dan lainnya) atau data keuangan elektronik antar peserta (bank) kliring baik atas nama peserta (bank) maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Jadi, jika ada peserta (bank) kliring yang mengalami kalah kliring itu artinya bank tersebut mendapat banyak kewajiban pembayaran ke sejumlah peserta (bank) kliring lainnya yang tak sebanding dengan hak (tagihan) pembayaran pada satu hari kerja kliring.
BI sebagaimana diamanatkan UU No.23 Tahun 1999 tentang BI yang telah diubah dengan UU No.3 Tahun 2004, mendapatkan tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran (Pasal 8 butir b). UU ini juga memberi mandat ke BI untuk menyelenggarakan sistem kliring antarbank dalam mata uang rupiah dan valuta asing (pasal 16). Posisi BI adalah selaku penyelenggara sistem kliring. BI juga bisa menunjuk pihak lain selaku pelaksana kliring antarbank jika di daerah itu tidak ada kantor Bank Indonesia. Misalnya, BI menunjuk sebuah bank di kota Magelang sebagai pelaksana kliring di wilayah tersebut. Lalu mengapa BI menyelenggararakan sistem kliring antar bank? Jawabnya untuk mempermudah cara pembayaran dalam rangka memperlancar transaksi perekonomian dengan perantaraan perbankan sebagai peserta kliring dan BI sebagai penyelenggara kliring. Dengan adanya kliring antarbank diharapkan pemakaian alat-alat lalu lintas pembayaran giral (cek, bilyet giro, nota debet, nota kredit dan lainnya) akan meningkat. Dari sini diharapkan akan terjadi lonjakan pula simpanan dana masyarakat di bank yang nantinya dapat dipakai untuk membiayai sektor-sektor produktif di masyarakat.

Sistem kliring yang dilaksanakan BI saat ini sudah dapat berlangsung secara nasional melalui Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI). Maksudnya, proses kliring baik kliring debet maupun kliring kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional. Selain itu ada tiga sistem kliring lain yang lazim dikenal, yakni Sistem manual, Sistem Semi Otomasi, dan Sistem Otomasi. Kliring manual adalah penyelenggaraan kliring lokal yang dalam perhitungan, pembuatan bilyet saldo kliring serta pemilihan warkat dilakukan secara manual oleh setiap peserta kliring. Perhitungan kliring didasarkan pada warkat yang dikliringkan oleh peserta kliring. Sedangkan sistem semi otomasi adalah kliring lokal yang perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring dilakukan secara otomasi melalui alat bantu komputer. Namun pemilihan warkat tetap dilakukan secara manual oleh bank peserta kliring. Sementara sistem kliring lokal yang dalam perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring dan pemilahan warkat dilakukan secara otomatis dengan bantuan komputer.

Dalam proses kliring terkadang ada warkat (bilyet giro atau cek) yang dikeluarkan seorang nasabah bank (penarik) ditolak oleh bank (tertarik) karena sejumlah sebab. Alasan yang kerap muncul adalah karena di rekening si penarik tak cukup dana untuk melakukan proses kliring. Jika si penarik tadi mengeluarkan kembali bilyet giro atau cek yang tak disertai dana yang cukup akan dikenakan sanksi masuk daftar hitam. Konsekuensi seseorang masuk dalam daftar hitam, ia tak bisa membuka rekening giro di bank manapun di satu wilayah untuk kurun waktu tertentu.

5. Pembahasan

Use of fond (Asset)
L/(D+c)x100%
Rumus
         
Ada 3 peraturan Pemerintah:
1.  Setiap Bank umum wajib menyimpan uang pada BI minimal 8% dari deposit legal reseve requitment.

     Fungsinya                   Likuiditas
                                         Transaksi kliring
2.  Maksimal 110% dari LDR
3.  20% dari LOM harus berbentuk KUR (Kredit Usaha Rakyat)

Source of fond ( Liabilities)
·      Capital :
Sumber dana dari pihak I merupakan dana terkecil, terdiri dari Laba ditahan dan Saham.
·      Securities :
Sumber dana dari pihak II merupakan dana sedang, terdiri dari hutang dan obligasi.
·      Deposito :
Sumber dana dari pihak III merupakan dana cash inflow yaitu sumber dana terbesar.

Terdiri dari :
-       Tabungan (saving deposito)   ATM
                                             Pinbuk (pemindah bukuan)
                                             Tunai
-       Giro (demand deposito)        Cek
                                                      Bilyet giro
Cek / bilyet giro bisa untuk membeli sesuatu, salah satu fungsinya melayani lalulintas moneter.
-    Deposito (time deposit)        Reguler
                                                ARO (automatic ronover)
                                                Certifiticat of deposit (COD)
6. Kesimpulan

Kliring adalah sarana menyelesaikan transaksi giral yang dimaksudkan untuk memudahkan penyelesaiaan hutang piutang antar Bank, dilakukan Bank peserta kliring melalui perantara BI sebagai lembaga kliring. Pelaksanaan kliring antar Bank tabungan negara dengan Bank lain kalau antar Bank yang sama cukup pemindah bukuan dengan adanya rekening antar kantor (RAK), sedangkan dengan Bank lain harus melalui proses kliring atau kejadian tersebut bisa saling berhubungan.

7. Daftar Pustaka

Senin, 07 Maret 2011

Tugas Aliran keuangan

Nama                 :  Amaliyah
Kelas                 :  3EA10
NPM                   :  11208512
Mata Kuliah        : KLKP

I.  PENDAHULUAN
Tahun 1870 sebagai salah satu tonggak sejarah perekonomian dunia, karena mulai sekitar tahun itulah perekonomian dunia dijumpai adanya jaringan keuangan antara negara yang sedemikian luas cangkupannya dan sedemikian efektif bekerjanya, sehingga pantas untuk disebutnya sebagai sistem keuangan dunia. Diantara sistem-sistem moneter dunia, sistem standar emaslah yang hingga saat ini memegang rekor dalam hal lamanya berfungsi. Dengan lepasnya keterkaitan sistem moneter dan juga sistem harga antara negara, maka perkembangan harga-harga, kesempatan kerja dan gejala-gejala serta kegiatan-kegiatan ekonomi pada umumnya bergerak sendiri dengan perbedaan yang cukup besar. Stabilitas ekonomi nasional hanya dapat dilaksanakan bila efisiensi pasar juga meniadakan berbagai distorsi yang muncul, termasuk distorsi yang datang dari kebijakan yang kurang bijaksana. Selain itu lembaga keuangan juga berperan penting dalam perekonomian dan aliran keuangan dunia.
2. RUMUSAN MASALAH
Di dunia ini ada yang mengalami surplus (+) dan ada yang mengalami minus (-) untuk menyeimbangkan keduanya perlu adanya hubungan antara yang memiliki kelebihan (surplus) dan juga yang memiliki kekurangan (minus) dengan memberikan kelebihan kepada yang kekurangan dan yang memberikan kelebihan bisa mendapatkan keuntungan pula. Hubungan itu bisa terjadi jika 2 syarat bisa di penuhi, yang pertama kenal / dapat dipercaya sehingga kecil resiko collaps yang ke dua tersedianya uang. Untuk mempermudah itu semua maka terciptanya financial intermediary (perantara uang) yaitu lembaga keungan Bank maupun non Bank.
3. TUJUAN
Untuk mengetahui bagaimana aliran perekonomian uang berputar.
4. KERANGKA TEORI
Tiga motif memiliki uang :
-       Motif Transaksi
-       Motif Berjaga-jaga
-       Motif Spekulasi
Lembaga keuangan dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah. Bentuk umum dari lembaga keuangan ini adalah termasuk perbankan,building society (sejenis koperasi di Inggris) , Credit Union, pialang saham, aset manajemen, modal ventura, koperasi, asuransi, dana pensiun, dan bisnis serupa lainnya.
Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank.
Fungsi
Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal dan pasar utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor kepada perusahaan yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga keuangan inilah yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian, dimana uang dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan sehingga risiko dari para investor ini beralih pada lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman utang kepada yang membutuhkan. Ini adalah merupakan tujuan utama dari lembaga penyimpan dana untuk menghasilkan pendapatan. Contoh dari lembaga keuangan adalah bank.

Lembaga Keuangan Non Bank Semua badan yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana terutama dengan jalan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkan dalam masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan.
Tujuan Didirikannya Lembaga Keuangan Bukan Bank :
 1.Untuk mendorong perkembangan pasar modal
2.Membantu permodalan perusahaan-perusahaan ekonomi lemah.
 Jenis-jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank di Indonesia
1. Pasar Uang
2. Pasar Modal
3.Sewa Guna Usaha
4. Modal Ventura
5. Pajak Piutang
6. Kartu Plastik
7. Asuransi
8. Dana Pensiun
9. Pegadaian

5. Pembahasan
Debitor dan kreditor dihubungkan oleh Lembaga Keuangan Bank dan non Bank. Debitor memberikan pinjaman kepada kreditor dengan bunga i1=5% melalui bank sebagai financial intermediary (perantara keuangan), dari bank dikenakan bunga i2=7% kepada kreditor sebagai imbalan jadi Bank mempunyai selisih bunga i=2% sebagai keuntungan karena menjadi penjamin kepada debitor yang meminjamkan dana apabila si kreditor collaps. Jika tanpa perantara kreditor langsung  memberikan pinjaman kepada kreditor dengan bunga yang memberikan pinjaman kepada kreditor langsung tanpa perantara dengan bunga yang lebih besar i3=6% tetapi pemberi dana tidak mempunyai jaminan apa-apa jika mengalami collaps. Selain itu ada lembaga keuangan non Bank (rentenir) dengan bunga=8% (biasanya yang menggunakan jasa rentenir hanya dalam keadaan yang medesak).
Lembaga keuangan Bank (Siti) pun tidak ingin menanggung kerugian sendiri jika terjadi kemacetan pembayaran oleh peminjam maka Bank mencari lembaga yang mau bekerja sama untuk menanggung kerugian dengan cara asuransi. Misal pinjaman Rp.10.000.000 Iuran pertanggungan Rp.10.000.000,00 dengan membayar premi Rp.10 kepada Asuransi XYZ kemudian Asuransi XYZ pun tidak ingin menanggung resiko sendiri maka mengajak lagi Asuransi KLM sisa biaya pertanggungan Rp.7.500.000,00 jadi pada Asusarnsi KLM dengan membayar premi Rp.75 kemudian Asuransi KLM mengajak lagi Asuransi DEF  dengan sisa biaya pertanggungan Rp.4.500.000,00 dengan iuran premi Rp.45. Jadi Asuransi XYZ menanggung Rp.2.500.000,00 ditambah Asuransi KLM Rp.3.000.000 dan ditambah Asuransi DEF sebesar Rp.4.500.000,00.
Asuransi DEF perlu mempunyai pemasukan oleh karena itu Asuransi DEF dibeli PT.ZKY, namun PT.ZKY pun memerlukan dana maka PT.ZKY menginvestasikan dananya kepada PT.CLBK dengan begitu maka PT.ZKY akan mempunyai pemasukan. PT.CLBK mempunyai saham pada BEI. Kemudian Siti sebagai surplus juga perlu memperoleh dana dari yang lain yaitu melalui cara menjual saham kepada BEI yang terbagi menjadi dua yaitu jual kepemilikan (deviden) dan capital gain. Setelah itu dibeli saham BEI oleh PT.ZKY sedangkan PT.CLBK pada BEI untuk capital gain tersebut.
Bank Siti memiliki PT.TD kemudian mempunyai hubungan dengan PT.Internasional FOP dalam rangka mencari uang, PT.FOP merupakan tempat penciptaan kartu keredit  

6. Kesimpulan
Aliran uang paling tak mengenal batas-batas negara.

Tulisan2 B.indonesia2

Nama                 :  Amaliyah
Kelas                 :  3EA10
NPM                   :  11208512
Mata Kuliah        :  Softskill B.indonesia 2


Jauh Lebih Hebat dari Tangan Robot

H
ARUN YAHYA

Tangan kita, yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti mengaduk secangkir teh, membuka halaman surat kabar, atau menulis, telah dirancang sedemikian sempurna.
Ciri terpenting tangan adalah kemamuannya bekerja sebaik-baiknya dalam beragam kegiatan. Dengan dilengkapi otot dan syaraf yang sangat banyak, lengan membantu tangan kita memegang benda dengan erat atau longgar sesuai dengan keadaannya. Misalnya, tangan manusia yang terkepal dapat memukul dengan pukulan seberat 45 kg. Sebaliknya, melalui ibu jari dan jari telunjuk, tangan kita juga dapat merasakan sehelai kertas berketebalan sepersepuluh milimeter.

Jelas, kedua tindakan ini sangat berbeda sifatnya. Yang satu memerlukan kepekaan, sedang yang lain memerlukan kekuatan besar. Namun, kita tak perlu sedetik pun memikirkan apa yang perlu kita lakukan saat kita akan mengambil sehelai kertas dengan kedua jari atau memukul dengan kepalan. Kita pun tak perlu memikirkan cara menyesuaikan kekuatan tangan kita bagi kedua tindakan ini. Kita tak pernah berkata, "Sekarang saya hendak memungut sehelai kertas. Saya akan menerapkan kekuatan sebesar 500 g. Sekarang saya akan mengangkat seember air. Saya akan menerapkan kekuatan sebesar 40 kg." Kita tidak pernah repot-repot memikirkannya.

Alasannya adalah tangan manusia dirancang untuk melakukan semua tindakan ini secara bersamaan. Tangan diciptakan sekaligus dengan keseluruhan fungsi dan keseluruhan rancangan terkaitnya. Semua jari tangan memiliki panjang, letak, dan kesesuaian yang pas satu sama lain. Contohnya, kekuatan kepalan yang dibentuk tangan dengan ibu jari normal itu lebih besar daripada kekuatan kepalan yang di bentuk tangan dengan ibu jari pendek. Ini karena, dengan panjang yang sesuai, ibu jari dapat menutupi jari-jari lainnya dan membantu menambah kekuatan dengan mendukung jari-jari yang lain.

Ada banyak seluk-beluk terperinci pada rancangan tangan: misalnya, tangan memiliki bagian-bagian pembentuk yang lebih kecil di samping otot dan syaraf. Kuku pada ujung jari bukanlah hiasan sepele yang tidak memiliki kegunaan. Ketika memungut  jarum dari lantai, kita menggunakan kuku maupun jari. Permukaan kasar pada ujung jari dan kuku membantu kita memungut benda kecil. Kuku memiliki peranan sangat penting dalam mengatur tekanan amat lemah yang dikerahkan jari pada benda yang dipegangnya. Keistimewaan husus tangan lainnya adalah tangan tidak pernah kelelahan.

Dunia kedokteran dan ilmu pengetahuan bersusah-payah berusaha membuat tangan tiruan. Sejauh ini, tangan-tangan robot yang dihasilkan memiliki kekuatan yang sama dengan tangan manusia, tetapi tidak memiliki kepekaan sentuhan, kesempurnaan daya gerak, dan kemampuan melakukan beragam pekerjaan.

Banyak pakar setuju kita tidak bisa membuat tangan robot yang memiliki fungsi tangan lengkap. Insyinyur Hans J. Schneebeli yang merancang tangan robot, yang dikenal sebagai "Tangan Karlsruhe", menyatakan bahwa semakin lama dia membuat tangan robot, semakin dia mengagumi tangan manusia. Dia menambahkan bahwa masih perlu waktu lama sampai kita dapat membuat tangan robot yang mampu melakukan sejumlah kecil saja pekerjaan yang dapat dilakukan tangan manusia.

Biasanya, tangan manusia bekerja bersama-sama dengan mata. Sinyal yang sampai ke mata diteruskan ke otak dan tangan bergerak menurut perintah yang diberikan otak. Tentu saja, ini berlangsung dalam waktu sangat singkat dan tidak diperlukan usaha khusus untuk melakukannya. Di lain pihak, tangan robot tidak dapat bergantung pada penglihatan dan sentuhan. Untuk setiap gerakan diperlukan perintah yang berbeda-beda. Selain itu, tangan robot tidak mampu melakukan bermacam fungsi. Contohnya, tangan robot untuk bermain piano tidak dapat memegang palu, dan tangan robot untuk memegang palu tidak dapat memegang telur tanpa memecahkannya.

 Beberapa tangan robot yang terakhir dibuat hanya mampu melakukan 2-3 gerakan bersamaan, tetapi ini masih sangat sederhana jika dibandingkan dengan kemampuan tangan manusia. Ketika Anda memikirkan kedua tangan yang bekerja sama secara selaras, kesempurnaan tangan ini akan lebih gamblang lagi.
Allah merancang tangan sebagai alat tubuh khusus bagi manusia. Dengan segala bagiannya, tangan manusia memperlihatkan kesempurnaan dan keunikan mahakarya ciptaan Allah.

Pembahasan :                                                              
·           Tangan kita, yang dapat digunakan, seharusnya kata yang dihilangkan karena pemborosan kata.
·           telah dirancang sedemikian sempurna, kata sedemikian diganti (dengan) karena imbuhan se- salah karena fungsi imbuhan se- membentuk kata bilangan atau keterangan.
·           Kemamuannya seharusnya kemampuannya
·           Syaraf tidak baku seharusnya kata bakunya adalah (saraf).
·           "Sekarang saya hendak memungut sehelai kertas.  Kalimat yang diawali dengan tanda petik harus diakhiri dengan tanda petik juga (“....”).
·           ." Kita tidak pernah repot-repot memikirkannya. Seharusnya  diakhir kalimat diberi tanda (“).
·           di bentuk seharusnya disambung menjadi (dibentuk) karena bukan merupakan nama tempat.
·           Insyinyur  tidak baku seharusnya insinyur.
·           Husus tidak baku seharusnya kata baku nya adalah khusua.
·           Amat  seharusnya diganti menjadi sangat.

Sabtu, 05 Maret 2011

Tulisan1 B.indonesia

Nama                 :  Amaliyah
Kelas                 :  3EA10
NPM                   :  11208512
Mata Kuliah        :  Softskill B.indonesia 2


Jangan Menjilat Pelekat Sampul Surat Anda

“Seorang wanita sedang bekerja di sebuah pejabat pos di California. Beliau tidak menggunakan span untuk perekat sampul suratnya tapi sebaliknya menjilat pelekat sampul surat yang dipegangnya. Pada hari yang sama juga wanita itu mendapati terdapat satu luka kecil pada lidahnya. Luka itu membengkak. Wanita tersebut terus pergi berjumpa doktor untuk mendapatkan rawatan karena risau akan lukanya. Tetapi setelah diperiksa oleh doktor tiada kena dengan lidah beliau dan doktor menganggap bahawa ia hanya lah luka kecil dan bengkak biasa. Wanita itu tidak merasakan sakit atau kebas walaupun lidahnya bengkak. Tetapi setelah hari berganti hari. Bengak pada lidah wanita tersebut semakin membesar. Dengan rasa yang tidak puas hati beliau terus berjumpa doktor kembali dan memaksa doktor berbuat sesuatu pada lidahnya. Doktor tersebut terus mengarahkan wanita itumenjalani ujian x-ray. Keputusannya doktor tersebut mendapati terdapat satu benjolan pada lidah wanita itu. lantas doktor menasihatkan agar wanita itu menjalankan pembedahan kecil pada lidahnya untuk memastikan puncak benjol pada lidah wanita tersebut. Tetapi apa yang berlaku doktor memotong bahagian yang benjol tersebut, seekor lipas keluar dari pada lidah wanita itu Kesimpulannya terdapat telur lipas pada pelekat sampul surat yang dijilatnya. Telur itu mampu menetas didalam lidah dan kelembapan didalam mulutnya.

Pembenarannya :
·         Kata tapi seharusnya diganti menjadi tetapi karena kata tapi tidak baku.
·         Pada hari yang sama juga wanita itu mendapati terdapat satu luka kecil pada lidahnya, kata juga sebaiknya dihilangkan karena pemborosan kata.
·         Pada kalimat Luka itu membengkak. Seharusnya menggunakan tanda (,).
·         Wanita tersebut terus pergi, kata terus sebaiknya dihilangkan karena pemborosan kata.
·         doktor seharusnya Dokter.
·         untuk mendapatkan rawatan karena, seharusnya mendapat perawatan.
·         Kata tiada seharusnya tidak.
·         hanya lah seharusnya digabung menjadi hanyalah.
·         Menasihatkan seharusnya memberi nasihat.
·         Berlaku seharusnya terjadi.
·         Bahagian kata yang benar seharusnya bagian.
·         dari pada kata pada dibuang saja karena pemborosan kata.


Tulisan1 B.indonesia

Nama                 :  Amaliyah
Kelas                 :  3EA10
NPM                   :  11208512
Mata Kuliah        :  Softskill B.indonesia 2

Jangan Menjilat Pelekat Sampul Surat Anda

“Seorang wanita sedang bekerja di sebuah pejabat pos di California. Beliau tidak menggunakan span untuk perekat sampul suratnya tapi sebaliknya menjilat pelekat sampul surat yang dipegangnya. Pada hari yang sama juga wanita itu mendapati terdapat satu luka kecil pada lidahnya. Luka itu membengkak. Wanita tersebut terus pergi berjumpa doktor untuk mendapatkan rawatan karena risau akan lukanya. Tetapi setelah diperiksa oleh doktor tiada kena dengan lidah beliau dan doktor menganggap bahawa ia hanya lah luka kecil dan bengkak biasa. Wanita itu tidak merasakan sakit atau kebas walaupun lidahnya bengkak. Tetapi setelah hari berganti hari. Bengak pada lidah wanita tersebut semakin membesar. Dengan rasa yang tidak puas hati beliau terus berjumpa doktor kembali dan memaksa doktor berbuat sesuatu pada lidahnya. Doktor tersebut terus mengarahkan wanita itumenjalani ujian x-ray. Keputusannya doktor tersebut mendapati terdapat satu benjolan pada lidah wanita itu. lantas doktor menasihatkan agar wanita itu menjalankan pembedahan kecil pada lidahnya untuk memastikan puncak benjol pada lidah wanita tersebut. Tetapi apa yang berlaku doktor memotong bahagian yang benjol tersebut, seekor lipas keluar dari pada lidah wanita itu Kesimpulannya terdapat telur lipas pada pelekat sampul surat yang dijilatnya. Telur itu mampu menetas didalam lidah dan kelembapan didalam mulutnya.

Pembenarannya :
·         Kata tapi seharusnya diganti menjadi tetapi karena kata tapi tidak baku.
·         Pada hari yang sama juga wanita itu mendapati terdapat satu luka kecil pada lidahnya, kata juga sebaiknya dihilangkan karena pemborosan kata.
·         Pada kalimat Luka itu membengkak. Seharusnya menggunakan tanda (,).
·         Wanita tersebut terus pergi, kata terus sebaiknya dihilangkan karena pemborosan kata.
·         doktor seharusnya Dokter.
·         untuk mendapatkan rawatan karena, seharusnya mendapat perawatan.
·         Kata tiada seharusnya tidak.
·         hanya lah seharusnya digabung menjadi hanyalah.
·         Menasihatkan seharusnya memberi nasihat.
·         Berlaku seharusnya terjadi.
·         Bahagian kata yang benar seharusnya bagian.
·         dari pada kata pada dibuang saja karena pemborosan kata.